Kebenaran Penampakan di Tikungan the Jean*s Shop Patemon

Hari itu kamis 6 Agustus 2015 bertepatan dengan acara resepsi ngunduh mantu saudara sepupu saya di kota Solo. Jam 11 siang saya berangkat ke Solo dengan tujuan Jl Empu Triguna. Berangkatnya nebeng mobil adek saya dari sini. Perjalanan yang fun karena jalanannya bagus. Tanpa perlu kebanyakan tikungan tajam. Tanjakan dan turunan curam pun tidak kutemui. Malah bisa dibilang cuma tinggal lempeng sudah sampai tuh ke Solo. Hihihi

Acara ngunduh mantu berjalan lancar jaya. Service dari Wedding Organiser-nya baguslah kece badai. Satu hal yang sedikit kurang sreg yaitu bumbu makanan cateringnya yang terlalu banyak micin. Bikin tidak betah di lidah dan agak eneg juga di perut. Heheu sayang sekali.

Di situ bapak saya tersayang ambil bagian jadi the master of ceremony. Sementara saya, ibu saya, dan ketiga adek saya yaitu Hoho, Nana, dan Nunu juga ambil bagian yang tidak kalah pentingnya. Apa itu??? Pastinya bagian duduk dan makan. Hahah

Penting juga kan buat menghormati yang punya acara meski hanya dengan sebuah kehadiran. Ya sekaligus menyantap pasugatan yang sudah disediakan sesuai pesanan untuk para tamu undangan. Karena kalau tidak dimakan, namanya menyiakan rejeki.
Kata nenek itu tidak baik lho.

Acara dimulai sejak pukul 7 p.m. waktu Indonesia bagian Solo yang mana sudah paripurna tepat jam 9 p.m. Separipurnanya acara dari gedung Niekmat Rasa tempat acara ngunduh mantu dilangsungkan, kami menuju rumah mertuanya sepupuku dulu. Setelah istirahat dan shalat di masjid dekat rumah, kami berpamitan pulang. Sekitar jam 10 p.m. start dari Solo hadiningrat menuju Semarang kota atlas.

Sepulangnya, kami masih disanguni banyak oleh-oleh (lagi) lho. Wahhh memang yang namanya rejeki tak kemana ya. Hihi... Keluarga dari Banyumas kembali ke Banyumas malam itu juga, sementara saya dan adik saya Hoho menuju Semarang berdua. Perjalanan malam cukup menantang dengan banyaknya truk dan bus malam yang sopirnya seringkali ugal-ugalan. Tapi tak ada yang perlu dikhawatirkan! Kemampuan adik saya dalam mengendarai mobil tak perlu dipertanyakan lagi. Dalam dua jam kami sudah tiba di Semarang dengan selamat. Alhamdulillah.

PENAMPAKANnya mana???
Oke oke oke langsung cuzz ke inti cerita yuksss. Sepanjang perjalanan itu, dari Solo saya sendiri tidak ada feeling apa-apa sih. Hanya saja ketika sudah memasuki area Gunungpati, ada sedikit perasaan kurang nyaman. 

Alhasil sayapun ujug-ujug jadi pendiam karena rasa penasaran sekaligus merinding. Ada feeling seperti sedang diperhatikan oleh seseorang di sepanjang perjalanan, tapi siapa??? Saya jadi makin mengunci mulut saya, sambil celingukan ke kanan dan kiri. Mencari seseorang yang tak kuketahui siapa. Hemmm what a feeling is this, tanyaku dalam hati.
Detak detik waktu berlalu, kilometer demi kilometer terlewati. Gunungpati di depan mata. Alhamdulillah sudah hampir sampai kos. Tapi kok rasanya semakin tak jenak saja! DAN TERNYATA PEMIRSAA....... Pas di tikungan The Jeans Shop Patemon, entah kenapa rasa penasaran saya semakin menjadi-jadi saja. Saya celingukan kesana-kesini. Kanan... Kiri... Kanan... Kiri... Tuing!!!

Tadaaa.....itu dia! Ada si nona bergaun putih!! Ternyata yang memberi signal daritadi si dia. Oalahh... Hanya saya perhatikan dia dari dalam mobil yang terus berjalan. Wajahnya kurang jelas, menjadi agak buram oleh jarak pandang dan suasana kebun yang tanpa penerangan. Hanya bermodalkan penerangan dari lampu jalan. 

FYI guys...si kunt*ilanak ini memang benar-benar wanita yang anggun dan sopan. Pakaiannya tertutup, bergaun putih panjang sampai-sampai menyapu tanah. Keanggunannya semakin tiada tara dengan gaya rambut panjangnya yang terurai. Cuma ya memang, kusut. Mungkin tidak mengenal creambath dia. Heheheu…

Yang saya lihat dengan jarak pandang sekitar 40 meter dalam kondisi minim penerangan, "dia" duduk seorang diri, di atas pohon yang tidak terlalu tinggi. Wajahnya tertutupi oleh rambut panjangnya. Mungkin sendirian gitu lagi galau? Heheh… Jadi entahlah wajahnya seperti apa, mungkin juga cantik? Heww..yang pastinya doi bergaun putih dan berambut panjang deh. Wahh kejutan sekali malam itu yes...?!!!

Beberapa hari berikutnya, saya tidak sengaja mengecek almanak dinding. Ternyata malam itu adalah malam Jum'at. Yahhh...menurut kepercayaan orang Jawa, malam Jum'at adalah malam favorit untuk makhluk halus 'beredar' kan? Wallahua'lam. Ada yang punya pengalaman serupa??? Mungkin bisa berbagi. Comment di bawah yaa. ^_^

(diens)

Update 23 Maret 2018 : saat ini bangunan tersebut sudah tidak digunakan lagi alias kosong, akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika suatu saat akan ada yang menyewanya lagi.

Posting Komentar untuk "Kebenaran Penampakan di Tikungan the Jean*s Shop Patemon"